Minggu, 29 Mei 2016

Manfaat Kepariwisataan untuk Jurusan Sastra Inggris

Kali ini, saya akan membahas betapa pentingnya mempelajari kepariwisataan untuk mahasiswa jurusan Sastra Inggris seperti saya. Namun, saya akan membahasnya dari awal disini.

Sastra merupakan kata serapan yang berasal bahasa Sansekerta, yaitu "shastra" yang berarti "teks yang mengandung intruksi" atau "pedoman". Dalam Bahasa Indonesia, sastra diartikan sebagai sebuah jenis tulisan yang mengandung arti atau keindahan tertentu. Dalam arti kesusastraan, sastra dibagi menjadi dua, yaitu sastra tertulis dan sastra lisan (oral). Dalam hal ini, sastra tidak terlalu banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang digunakan sebagai alat untuk mengekspresikan sesuatu.

Sumber : http://siapbelajar.com/
Di bidang sastra, bahasa adalah komponen yang paling penting. Bahasa juga berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu "bhasa". Bahasa merupakan kemampuan manusia untuk berkomunikasi atau bersosialisasi dengan manusia yang lainnya. Di dalam kehidupan bermasyarakat, banyak sekali hubungan yang terjalin. Baik di dalam rumah, kantor, suatu daerah, bahkan sampai hubungan antar-negara. Karena itu, kita memerlukan bahasa untuk berinteraksi dengan baik.

Di dunia ini, bahasa dibagi menjadi ke beberapa golongan, yang pertama terdapat golongan Indo-Eropa yang meliputi bahasa Inggris, Spanyol, Portugis, Rusia, dan Hindi; golongan kedua adalah golongan Sino-Tibet yang meliputi bahasa Mandarin, Cantonese, dan yang lainnya; yang ketiga terdapat golongan Afro-Asiatik yang melingkupi bahasa Arab, Amhar, Somali, dan Hebrew; dan yang terakhir terdapat golongan bahasa Bantu yang melingkupi Swahili, Zulu, Shona, dan bahasa lainnya di Afrika. 

Pada jaman dahulu, manusia lebih dulu mengenal bahasa untuk berbicara atau membuat sastra lisan daripada sastra tulis. Namun seiring perkembangan jaman, bahasa juga bisa berubah dan semakin bervariasi. Tergantung waktu, situasi, dan dimana bahasa tersebut dikembangkan. Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati. Dalam mempelajari bahasa asing, kita juga berusaha mempelajari bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut. Misalnya, pada situasi apakah kita akan menggunakan kata tertentu, kata manakah yang sopan dan tidak sopan. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa, kita dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa tersebut.

Jika mendengar kata bahasa, rata-rata setiap orang akan berpikir bahwa bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Definisi atau fungsi yang satu ini tidak disalahkan karena memang bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang, baik berbentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya. Begitu juga digunakan untuk menyatakan dan memperkenalkan keberadaan diri seseorang kepada orang lain dalam berbagai tempat dan situasi. Namun, sebenarnya tidak hanya itu fungsi bahasa. Fungsi bahasa yang lain adalah bahasa bisa menjadi identitas tersendiri bagi yang menggunakannya. Karena setiap daerah akan berbeda pula bahasa yang digunakannya.

Pariwisata dalam bahasa Sansekerta terdiri dari dua suku kata, yaitu "pari" yang artinya " "berkeliling atau bersama" dan "wisata yang berarti "perjalanan". Jadi bila diartikan, pariwisata adalah perjalanan berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain.

Sumber : http://josstoday.com/
Lain lagi dengan pengertian dari kepariwisataan. Kepariwisataan adalah kegiatan yang memanfaatkan kekayaan alam dan lingkungan hidup yang memiliki ciri yang khas. Orang yang melakukan kegiatan pejalanan wisata disebut dengan wisatawan. Wisatawan pun dibagi menjadi tiga oleh International Union of Travel Organization (IUOTO), yaitu sebagai berikut:

1. Visitor, yaitu orang yang melakukan perjalanan ke suatu negara yang bukan negara tempat dia tinggali.
2. Tourist, adalah pengunjung yang sementara tinggal di suatu tempat setidaknya 24 jam di negara yang dikunjungi. Terdapat dua alasan atau motivasi untuk melakukan perjalanan, yaitu hanya untuk berlibur atau rekreasi dan memiliki keperluan seperti pertemuan keluarga atau teman-teman.
3. Excursionist, merupakan pengunjung yang sementara di suatu negara tetapi tidak menginap di negara tersebut. 

Pariwisata memiliki berbagai manfaat di berbagai bidang, yaitu:
1. Di bidang Ekonomi
Manfaat yang satu ini dapat dirasakan langsung oleh negara yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Pariwisata menghasilkan devisa yang cukup besar untuk negara, sehingga dapat meningkatkan perekonomian negara. Selain untuk mendapatkan devisa bagi negara, pariwista juga memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar, contohnya pembelian tiket masuk suatu obyek wisata, restoran masakan tradisional, hingga pembelian cinderamata khas daerah atau negara tersebut.

Sumber : www.duniapendidikan.net
2. Di bidang Budaya
Dengan semakin berkembangnya industri pariwisata, maka akan muncul pengetahuan antar budaya melalui interaksi pengunjung wisata dengan masyarakat lokal. Dari interaksi tersebut, para wisatawan dapat mengetahui dan memahami budaya masyarakat setempat, begitu juga sebaliknya. Tidak jarang pula para wisatawan asing yang tetap menjaga kontak dan berteman dengan masyarakat tersebut karena merasa cocok dengan budaya masing-masing.

Sumber : http://hedisasrawan.blogspot.co.id/
3. Di bidang Ilmu Pengetahuan
Manfaat ini juga secara tidak langsung didapat oleh para wisatawan ketika mereka melakukan perjalanan. Dari yang tadinya mereka tidak pernah mendengar tentang obyek wisata tersebut, hingga mereka penasaran untuk mencari tahu dan datang untuk melihat secara langsung. Apalagi jika tempat yang para wisatawan tersebut datangi ternyata memiliki nilai sejarah yang tidak hanya berekreasi, namun juga menambah wawasan, seperti candi, tempat peninggalan perang jaman dulu, dan yang lainnya.

Sumber : http://setkab.go.id/
Suatu perjalanan wisata dapat dilakukan sendiri, tapi bisa juga dilakukan melalui Biro Perjalanan Umum. Biro Perjalanan Umum adalah perusahaan yang menyediakan paket wisata dan agen perjalanan. Sedangkan Agen perjalanan sendiri adalah perusahaan yang menjual tiket angkutan serta pemesanan sarana wisata.

Melalui Biro Perjalanan para wisatawan dapat merencanakan kegiatan apa saja yang ingin mereka lakukan selama perjalanan wisata. Keuntungan lainnya adalah para wisatawan juga memiliki pendamping, yaitu tour guide. Jika memiliki pendamping, para wisatawan tidak perlu takut untuk tersesat dan di tempat wisata mereka akan mendapat penjelasan secara detail tentang obyek tersebut.

Sumber : http://www.postsforall.com/
Seorang tour guide atau orang yang bekerja di bidang kepariwisataan sebisa mungkin harus memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan baik dengan para wisatawan asing, terutama menggunakan bahasa Inggris. Sehingga untungnya mempelajari kepariwisataan di sastra Inggris sejak sekarang adalah kita bisa belajar dan berlatih untuk berinteraksi dengan baik dengan orang-orang yang memiliki sifat dan perilaku yang berbeda. Jadi, nantinya bila mahasiswa jurusan sastra Inggris memiliki profesi di bidang kepariwisataan, mereka sudah terbiasa untuk menghadapi para wisatawan yang tidak hanya memiliki sifat dan perilaku yang berbeda, namun juga memiliki pola pikir dan budaya yang berbeda.

Sumber : http://www.wellsgraytours.com/

Asli Indonesia, lho!

Hai bloggers! 
Aku muncul lagi nih.hehe.. Kali ini aku ingin membahas tentang barang-barang asli Indonesia yang aku punya di rumah. Mungkin rata-rata dari kalian semua punya barang-barang ini juga di rumah masing-masing. Aku akan menceritakan mulai dari sejarah singkat hingga harganya. Tenang, aku juga akan menjelaskan kelebihan-kelebihannya kok. Makanya, baca sampai selesai, dijamin nggak bakal nyesel kok;)

1. Tapis Lampung
Barang pertama yang aku punya adalah kain tapis Lampung. Kain ini adalah salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta. Kain ini terbuat dari tenun benang kapas dengan motif bahan sugi, benang emas, atau benang perak yang disulam. Dulunya, kain ini digunakan sebagai sarung atau rok untuk wanita. Namun seiring perkembangan jaman, kain tapis Lampung ini bisa digunakan sebagai baju, kopiah, ataupun hanya dijadikan hiasan dinding. 


Tapis Lampung memiliki beberapa motif khas, tergantung penduduk yang membuatnya. Kain tapis yang dibuat oleh penduduk di daerah pesisir seperti tapis liwa memiliki motif yang lebih luwes dan menunjukkan flora dan fauna. Sedangkan kain tapis masyarakat pepadun (pedalaman) memiliki motif yang lebih primitif, sederhana, dan cenderung lebih kaku. Di antara semua kain khas Sumatera, kain tapis memiliki tekstur yang paling kasar. 


Harga yang dimiliki juga beragam, tergantung lama pengerjaan, motif, penggunaan benang emas, hingga umur kain itu sendiri. Kain tapis yang baru umumnya berkisar pada angka ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Sedangkan jika kain tapis tersebut sudah berumur puluhan tahun, sehelai kainnya dapat mencapai angka ratusan juta rupiah lho!
Memang sih kain ini tergolong mahal, namun menurutku wajar saja karena proses pembuatannya yang rumit, selain itu kain ini juga sangat awet dan tahan lama.

2. Kain Songket
Selain tapis Lampung, ada lagi nih kain yang terkenal dari pulau Sumatera, yaitu kain Songket.

Songket merupakan jenis kain tenunan tradisional masyarakat Melayu. Songket berasal dari bahasa Melayu, yaitu sungkit yang artinya "mengait" atau "mencungkil". Kain ini termasuk ke dalam golongan tenunan brokat. Hampir sama dengan tapis Lampung, Songket ditenun dengan tangan dengan benang emas, perak, dan benang logam metalik yang tertenun berlatar kain menimbulkan efek yang kemilau.


Songket harus melalui 8 tahap sebelum akhirnya menjadi sehelai kain, dari mulai pewarnaan benang hingga proses penenunan. Proses pembuatan sehelai kain Songket bisa memakan waktu 1-3 bulan, tergantung dari tingkat kerumitan coraknya. Karena para pengrajin tenun biasanya berasal dari desa, maka tidak heran jika motif-motifnya pun kebanyakan flora dan fauna setempat. Dulunya kain Songket didominasi dengan warna merah, tapi pada saat ini warna merah tidak mutlak. Tekstur kain Songket diantara kain Sumatera yang lainnya tergolong berada di tengah, tidak terlalu kasar seperti tapis Lampung, tapi juga tidak sehalus kain Ulos yang berasal dati tanah Batak. 


Biasanya, Songket dijadikan sebagai ikat kepala atau disampirkan di bahu untuk kaum laki-laki, sedangkan untuk kaum perempuan dipakai sebagai baju adat pernikahan orang Melayu atau pakaian untuk acara resmi seperti yang aku punya, atau yang biasa disebut baju kurung. Namun sekarang, penerapan kain ini secara modern amat beragam, dimulai dari tas wanita, penghias ruangan, bahkan kantung ponsel karena motifnya yang unik dan bahannya yang tidak mudah rusak.

Harga kain Songket yang asli juga tidak kalah mahalnya dengan tapis Lampung, lho. Songket pun mencapai jutaan rupiah untuk sehelai kainnya. ckck.. Tapi, ada juga kain Songket yang harganya lebih murah dan terjangkau, tentu dengan bahan yang berbeda dengan kain Songket yang asli (eksklusif).

3. Batik
Selanjutnya barang asli Indonesia yang aku punya adalah kain Batik! Siapa sih yang tidak tahu kain ini? Batik selama ini sudah menjadi salah satu "icon" Indonesia, terutama di bidang fashion. Apalagi, UNESCO telah menetapkan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi ( Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity ) sejak 2 Oktober 2009. 

Kata "Batik" itu ada asal-usulnya lho. Sebenarnya, kata "Batik" berasal dari bahasa Jawa "amba" yang artinya "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik". Jaman dulu, Batik merupakan kerajinan yang dikerjakan oleh para kaum perempuan, bahkan membatik dijadikan sebagai mata pencaharian. Tapi tidak hanya di Jawa yang mempunyai batik masing-masing, di setiap daerah di Indonesia memiliki motif batik yang berbeda-beda. Contohnya di Aceh yang memiliki batik Aceh, Batik Cual di Riau, Batik Papua, batik Sasirangan dari  Kalimantan, dan Batik Minahasa. 


Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta. Batik pertama kali diperkenalkan ke dunia oleh presiden kedua kita, yaitu bapak Soeharto. Beliau menggunakan baju Batik pada saat konferensi PBB.


Dulunya, proses pembutan kain Batik hanya melalui satu cara, yaitu dengan cara ditulis di atas bahan berwarna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori menggunakan canting dan malam. Batik tulis ini bisa memakan waktu hingga 2-3 bulan per helainya. Tapi semenjak industrialisasi dan globalisasi yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru pun muncul, dikenal sebagai Batik cap atau Batik cetak. Pembuatan Batik menggunakan teknik cap atau cetak hanya membutuhkan waktu yang sangat cepat dibandingkan Batik Tulis, yakni 2-3 hari per helainya. Namun, kualitasnya masih tetap unggul Batik tulis, walaupun memang harganya juga lebih mahal karena proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Batik memiliki harga yang berkisar di ratusan ribu rupiah per meternya, tergantung dari kualitas bahannya.

Menurutku, kain ini mempunyai sifat fleksibel dan paling bisa mengikuti perkembangan jaman dibandingkan kain Indonesia yang lainnya. Karena fungsinya yang bermacam-macam, bisa digunakan sebagai pakaian pria maupun dijadikan dress untuk wanita, taplak meja, hiasan dinding, sarung bantal, ikat kepala, daster, seprai, gorden, hingga tas.

4. Tas Khas Kalimantan
Selain kain, aku juga mempunyai sebuah tas yang aku beli di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ketika aku pergi berkunjung ke Banjarmasin, aku tertarik membeli tas ini karena motifnya yang sangat memperlihatkan ciri khas dari Kalimantan. 


Tas ini terbuat dari manik-manik yang disusun membentuk motif Dayak. Tas manik-manik bermotif Dayak itu biasanya berupa tumbuhan dan binatang. Motif-motif itu biasanya menjadi ciri khas orang-orang Dayak yang kerap tinggal di pedalaman hutan Kalimantan sehingga mereka akrab dengan alam. Tas manik-manik bermotif Dayak ini memang sejak lama dijadikan oleh-oleh khas Kalimantan Selatan. Kebanyakan, para pengrajin cinderamata ini adalah para petani yang sedang memiliki waktu luang. Bahan tas yang berupa manik-manik didatangkan dari Pulau Jawa, kemudian diolah menjadi kerajinan tas oleh petani-petani di Kampung Melayu.  


Tas seperti ini sangat mudah ditemukan di toko suvenir yang ada di Kalimantan Selatan. Harganya tidak terlalu mahal, berkisar antara 100.000 hingga 125.000, dan itu pun masih bisa ditawar, lho. Cukup murah bukan untuk sebuah tas yang memiliki kualitas dan bernilai seni tinggi? Tidak hanya berbentuk tas, namun cinderamata seperti ini juga ada yang berbentuk dompet dan sarung hp.

5. Tas Khas Tasikmalaya
Aku juga mempunyai tas lain yang asli dari Indonesia, lebih tepatnya berasal dari kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Kota ini memang sudah tidak asing lagi dengan cinderamatanya yang terbuat dari anyaman dan batok kelapa. Tas yang aku beli ini berbahan dasar batok kelapa yang di potong hingga berbentuk kotak lalu di ukir motif dan di ikat satu-persatu hingga menjadi tas. Motifnya yang cocok untuk anak muda dan ukurannya yang tidak terlalu besar membuatku tertarik membelinya.


Tas berwarna coklat ini memang tidak hanya terdapat di kota Tasikmalaya, tas batok kelapa juga terdapat di kota lain seperti Yogyakarta, Bali, dan Blitar. Namun, masing-masing kota memiliki bentuk tas dan ukiran yang berbeda-beda. Dari bentuk tas yang persegi panjang hingga lingkaran, dan dari yang polos hingga memiliki ukiran bunga atau batik.


Tas ini memang lumayan berat bila dibawa, namun sangat kuat karena batok kelapanya yang sangat tebal dan bila terkena hujan barang-barang didalamnya pun tidak akan basah. Harganya pun terbilang murah dan cocok untuk kantong pelajar atau mahasiswa yang ingin membelinya, yaitu berkisar antara 50.000 hingga 100.000.







Sebenarnya, masih banyak lagi barang-barang asli Indonesia yang ada di rumahku. Tapi sepertinya kelima barang tersebut sudah cukup mewakili barang yang lain. Mungkin di lain kesempatan aku akan membahas barang yang lainnya, oke?:D 

Intinya, barang-barang asli Indonesia memiliki mutu yang tidak kalah dengan barang buatan negara lain. Selain itu, walaupun barang Indonesia memiliki kualitas dan nilai seni yang tinggi, jangan khawatir dengan harganya. Harga yang dimiliki barang Indonesia masih lebih murah lho daripada barang import. Jadi, jangan segan-segan menggunakan produk asli Indonesia ya! Dengan kalian bangga menggunakannya, sama saja kalian mempromosikan Indonesia ke mata dunia.

Sekian dulu untuk sekarang, terima kasih untuk kalian yang sudah mau membaca post ini hingga akhir. Maaf bila banyak kesalahan dan kekurangan yaa.. Sampai bertemu lagi di post berikutnya!

Rabu, 11 Mei 2016

Why Should Paris?



Hey Bloggers! I'm glad to meet you all again..
Does anyone wonder what else will I tell here? Now, I will tell you the reasons why I "falling in love" with a city that famous for its beauty and romantic, the city of Paris.
Actually, I have never seen Paris directly, but I know some things about Paris so that if I can go there, I already know what I would do there.

Paris is the capital of the France state. It located in the northern part of France. This city got the name "Paris" since the Roman times and used as a residential area around 4200 B.C. Paris increasingly became famous since the French Revolution in 1789 and the Industrial Revolution that occurred between 1750 to 1850 was also brought this city in the best development in the history. In this city, about two millions inhabitants, which is 20% of French people live. But unfortunately the society of Paris or people called "Parisien" including a very individualistic and chauvinistic, can be seen from their attitude that rarely want to mingle with each other and their reluctance to speak other languages than French.

Until now, Paris is the most popular tourist destinations in the world, reaching up to about 30 million foreign visitors a year. Because so many things in Paris such as museums, architectures, arts, fashion brands, even food. And I still hope, someday I belong to the 30 million people who visit this city.

1. Fashion City

Source : http://www.weddingku.com/
Source : http://eropa.panduanwisata.id/

Paris has been commonly called the "City of Fashion". Although there are many changes in the fashion world, the most important Fashion Show is still in Paris, and it gives the designers to study and exhibiting their work there rather than have to go to London, New York, or Milan. This city is famous for fashion brands such as Louis Vuitton, Chanel, Hermes, to L'Oreal. The original stuff of Paris has been widely spread in various countries in the world, including Indonesia. No wonder many people are becoming fans of those brands, because it has a very good quality although the price has been ascertained can drain the wallet.

2. City of Love

Source : http://www.wowkeren.com/
Paris is also famous for romance. Many couples are already familiar to be seen. In fact, many people who propose to his girlfriend in this city just because Paris is known as the "City of Love" and until now, has been about one million men who propose his girlfriends here. And even there is a tradition that occurred over the years, the lovers from around the world come to Pont des Arts, a bridge which stands on the Seine river. They write their name on a padlock of love, put it on the bridge and throwing the key into the Seine. The tradition began in 2008, but in 2015 the government of Paris cleaned the padlocks from bridge because of the weight that has reached about 45 tons and it is feared could destroy the Pont des Arts.


3. Architecture and Street

Source : http://travel.ijomuda.com/
Mostly, buildings and houses in Paris are half wood. A mixture of classic and modern are not uncommon here. This is what make it unique, where the other cities are competing to build the most modern buildings, Paris still retains the classic elements in its architecture. The height of buildings here are also set by the government according to the width of the road. The government of Paris also divides the city core into sections designated as "protected areas". Each protected areas have different degrees of protection (expressed in classes I, II, III, etc.) based on the historical and architectural content. So that Paris still looks beautiful and orderly although there are many buildings.

In terms of the environment, Paris shows a busy atmosphere and more "alive". Many people passing by, the busy traffic, and many boutiques, cafes, up to street vendors along the way. However, it still looks disorganized and absence of waste dumped carelessly by pedestrians.

Source : http://eropa.panduanwisata.id/

Paris has a very famous street. Not only well-known in Europe, but also famous around the world. The street name is Champs-Elysees. Champs-Elysees is known as "La plus belle avenue du monde" (The most beautiful road in the world). No wonder this road becomes the second most expensive strip of real estate in the world (first in Europe) after the Fifth Avenue in New York city. Champs-Elysees is a long way, terminated by Arc de Triomphe monument on the north side and the south side is the Museum de Louvre. This street was made using natural stone that is hundreds of years old. The width of this street about 40 meters for two way of vehicle and pedestrian lane on each side around 15 meters. Pedestrian lane here is very convenient for walking, and provided seats to sit unwind while enjoying the passing pedestrians. In some point, also provided places to take pictures with the background of the monument Arc de Triomphe.

Source : https://www.etsy.com/

This street is filled by boutiques with expensive brand. In front of the boutiques are a lot of  cafe with serves European cuisine, some also have Oriental nuances. Cafe in this city is very famous with outdoor space for visitors, and much imitated by the cafe across the world. Although the temperature to below 0⁰C, but outdoor space lovers remains a lot, especially at night.

Source : http://www.psfk.com/
On this road, there are also street lamps that have a unique shape. Streetlight that have a shape resembling a tree is named Clover lamp. Clover has a pole made of wood carved or scluptured surface digitally using the machine. In addition to the unique shape, these lights are also environmentally friendly. At the top, there are some "dome" aluminum with LED lights. One of them, face up and equipped with solar panels that function to produce energy to power the lights. Meanwhile, Clover also provides a "hole", so that pedestrians can charge the battery of theirs smartphones.

4. Tourism, Museums, and Monuments

Paris is famous for its many tourist attractions, museums and monuments that have unique and historical value is very much in demand of people (including me). Now, I'll tell you some of the most famous and interesting in Paris.

Tour Eiffel

Source : https://aehistory.wordpress.com/

Who doesn't know about this tower? Tour Eiffel or people often say "Eiffel Tower" is an iron tower that was built on January 27, 1887 and was completed in 1889 on the edge of the Seine river in Paris. This tower become a global icon of France and the most recognizable structures in the world, whereas initially this tower only used for radio transmission. There are three levels in this tower. All levels of this tower is accessible by stairs and elevator. On the first level, there is a restaurant that from the reservation up to food is very expensive. The second and third levels, opened to visitors who want to see the sights of Paris seen from above. A booth at the southern part of Eiffel sells tickets to visitors who want to rise upwards. To get to the second level, the ticket can be divided into two lanes, namely stairs and lift. According to http://www.toureiffel.paris , this year the price of the ticket via stairs is €7,00. While the price via the elevator is €11,00. Meanwhile, if you want to go up to the third level there is only one lane, namely the elevator. The price to go up to the third level is €17,00.

Arc de Triomphe

Source : http://www.thousandwonders.net/
Source : http://www.techtimes.com/

Arc de Triomphe or the Gate of Victory is a monument in the middle of the Place de l'Étoile, aims to celebrate the French victory and honor all those who died in battle. In addition, the arch was built to commemorate the victory of Napoleon. It is one of the most popular monuments in Paris and is one of the largest gate in the history with a size of 45 x 22 x 50 m. This gate is located in the middle of the roundabout Place Charles de Gaulle, at the western end of the Champs-Elysees, Paris, France. Arc de Triomphe was built on the orders of Napoleon in its heyday in 1806, after he won in the war against Austria Austerliz. Arc de Triomphe decorated by numerous statues and reliefs depicting the Napoleonic wars. There are many carvings on the walls of this monument, and the most famous sculpture is "Departure of the Volunteers of 1792" or so-called La Marseillase. In addition there are many more that can be seen if we went to the Arch de Triomphe, such as the tomb of an unidentified soldier, go inside to the museum at the Arch de Triomphe, and going up to the top and looking over the streets of Paris centered on the Arch de Triomphe. Monument visiting hours are from 10:00 to 17:30 in the summer and close on national holidays.

Louvre

Source : https://en.wikipedia.org/wiki/
Source : http://www.historylines.net/

Louvre Museum or in French called "Musée du Louvre", was a former French royal palace that is now one of the largest museums in the world and also the most famous museum in Paris. Louvre Museum is located in the Rive Droite Seine, in the first arrondissement of Paris, France. More than 380 thousand exhibits objects and displaying more than 35 thousand works of art from prehistory to the 19th century in an area of 60,600 square meters. The museum was opened on August 10, 1793 with 537 exhibiting paintings. The museum collection grew with donations and gifts continues to increase since the days of the Third French Republic. In 2008, the museum's collection is divided into eight parts: collection of ancient Egyptian antiquities from the Near East, Greece, Etruscans, Romans, Islamic Art, Sculpture, Decorative Arts, Painting, Prints and Art Pictures. 
Source : http://sarahworld.co/
This museum became the most visited museum in the world, with a visit of more than 8 million people a year. In the museum, there is a very famous painting and certainly everyone in the world knows this painting, the Mona Lisa painted by Leonardo da Vinci around the year 1503-1506. This painting is never empty viewed by visitors every day. Another appeal of the Louvre is contained Louvre pyramid, which is a large glass and steel pyramid, surrounded by three smaller pyramids, in the garden of the Louvre Museum. The main pyramid serves as the main entrance to the museum. Completed in 1989, this building became landmarks for the city of Paris. Louvre Museum visiting hours are 09 am to 6 pm, except for Wednesdays and Fridays, when the hours are extended until 10 pm. It is open every day of the year, except for New Year, May Day, and Christmas. This year, the price of admission into the Louvre Museum is €15.

Notre Dame Cathedral

Notre Dame located east of the Île de la Cité, which is a small island in the middle of the river Seine, Paris, France, with the main entrance on the west. In addition to tourist destinations, this church is still used for a place of worship for Catholics. This church represents not only the most famous church in France, but across the France. The construction of this cathedral took 200 years, started from 1163 to 1345. Because of the uniqueness of the building, Notre Dame de Paris is regarded as one of the finest examples of French Gothic architecture.
This cathedral is open daily from 8 am to 18:45 pm and until 19:15 on Saturday and Sunday. There is no entrance fee to visit, including if we want to rise to towers. But, it is not easy to go up to the towers. We had to climb about 387 stairs because there is no elevator.

Place de la Concorde

Source : https://commons.wikimedia.org/
Source : http://www.danasoke.top/
Place de la Concorde is the town square octagonal located between the Tuileries Gardens and the Champs Elysées, Paris, France. It is the main square and the largest in the city of Paris. As the main square located in the city center, Place de la Concorde is surrounded by important buildings and near other tourist attractions in Paris. In addition, this square also has many features and embellishments. one being a feature in this square is an Egyptian Obelisk which has a height of 23 meters and a weight of approximately 250 tonnes contained in the middle of the square. Obelisk was established in Place de la Concorde in 1836 and is one of two obelisks were awarded by the viceroy of Egypt in 1829. Besides obelisk, there are two fountains that adorn the Place de la Concorde, La Fontaine Des Mers and the Elevation of the Maritime. There are two fountains on the north and south sides of the obelisk, and form a straight line with the Rue Royale. Fountain La Fontaine Des Mers dedicated to the river, while the fountain Elevation of the Maritime dedicated to the sea. the square octagonal 8 is also marked by a statue on every corner. These statues represent 8 cities in France, namely Bordeaux, Brest, Lille, Lyon, Marseille, Nantes, Rouen and Strasbourg.

5. Food


Ratatouille is a food consisting of a variety of vegetables and herbs such as thyme, bay leave, or can also be replaced other herbs. Usually Parisien eat it with rice, potatoes or bread. but now it can be combined as an appetizer, as a sauce for pasta, mixed omelette and many others. Actually, this meal was typical cuisine of Nice, a city in southern France. However, Ratatouille become one of the favorite cuisine of Parisien now.

Coq au Vin

Coq au Vin is a French cuisine which has a mild flavor but has a meager portion. Coq au Vin is made from chicken legs are cooked together with red wine in a long time. Ripening process long enough to make this dish has a very soft texture and taste very good. Not only that, Coq au Vin is also equipped with sliced mushrooms and French additional distinctive flavor that make it more palatable. No wonder the cuisine is one of the favorite people of Paris.

Crème Brulee

Source : http://www.metro.ca/
One more French cuisine is equally delicious with other French cuisines. The cuisine is the Crème Brulee. This cuisine is a typical French dessert that has a sweet taste. Crème Brulee is made from a mixture of vanilla, milk, and fruit are cooked together in the oven. Crème Brulee has a very soft texture, has a flavor that is so sweet and fresh because the fruits are used as basic materials.

Croissant

Source : http://croissantandco.com/
Every morning, average of Parisien always eat the bread and drink the coffee as breakfast menu. Many kinds of bread that are in French, but the one bread is a favorite and famous is a croissant. Many people who call this bread "bread of crescent moon" because its shape resembles a crescent moon. In the past, this bread is made in a long period of time, up to days to get the right softness and crispy. But now, this bread has been a lot made using the machine. In Paris, the croissants are generally sold without any content and eaten without the extra butter. But elsewhere, there are also containing chocolate croissants, meat, and so on.

Baguette

Source : http://culinaryarts.about.com/
Another bread that became the pride Parisien and surroundings are Baguette bread. Baguette bread is another form of other bread that is long and large size, and very crisp. This bread is made only of flour, water, yeast and salt. Without the egg, milk and oil. Baguette standard diameter of about 5 or 6 cm, but can reach 1 meter in length. This bread has an average weight of 250 grams. Outer texture is very hard. Where inside is white and soft. And when pressed, he will return to its original shape. Usually, people eat it using cheese, jam and even dipped into coffee or chocolate.

Macaroon

Source : http://kooliner.com/blog/
One of these snacks are well known not only in France, but also in the whole world because it tastes sweet and cute shape. Macaroon is derived from the word ammaccare, which is to destroy or defeat, which is associated with the main ingredient macaroon makers are almond powder. Macaroon has a taste slightly crispy on the outside, but has a very soft on the inside. Macaroon has a flavor that varies from strawberries, blueberries, chocolate, orange, honey, to taste peppercorn. Macaroon also have a variety of colors, depending on the taste of the macaroon. Price of macaroon in Paris around € 5 apiece.

6. Festival


Salon Du Chocolat

Source : https://commons.wikimedia.org/
Every autumn in Paris, there is one festival which started from 1994. Held at the end of October to early November, this festival is called the Salon du Chocolat. From the name, you can surely guess that this festival is a festival of chocolate. 
Held at Porte de Versailles, the festival is prepared to scale internationally. Here the expert chocolate makers from all over Europe, which is usually called Chocolatier will gather and show their prowess. They will show a unique and refined processed-all made of chocolate. Site measuring 20,000 square meters that will be filled with various types of processed chocolate, such as Praline, Liquor chocolate, eclair, opera cake, and a variety of other types will definitely be presented to the sweetness.
Source : http://hostelsclubblog.com/
The most interesting of these festivals, namely the Chocolate Fashion Show. Paris has been known as one of the world's largest fashion mecca, home to many world-class designers. The results of their work in the form of clothes that can be eaten as made from chocolate. Wow!


Festival d'Automne à Paris

Source : http://www.notulus.com/
In addition to Salon Du Chocolat festival, there is one more festival in Paris in the autumn, namely the Festival d'Automne à Paris. Festival d'Automne à Paris is a celebration of contemporary art held in places famous all over the French capital. This festival has been around since 1972. The festival provides an opportunity for visitors to enjoy modern dance, music, theater, film and visual arts in this French capital. 
Source : https://bonjourparis.com/
Program consisting of more than 350 performances take place from late September to December. Historical places such as the Louvre museum, The National Opera House and the Orsay Museum helped organize events and provide an opportunity for visitors to enjoy modern art and culture combined with classic background typical of Paris.

Selasa, 19 April 2016

10 Allures of Depok

Depok City is one of the cities in West Java Province. Previously, the city is commonly called "Kota Belimbing" is part of Bogor City. However, since 1999 has been designated as a city.
Berkas:Tugu selamat datang dikota depok.jpg
Source : https://id.wikipedia.org/
Berkas:Lambang Kota Depok.png
Source : https://id.wikipedia.org/

I have lived in this city since I was born, which is 19 years ago. And I think that Depok has many distinctive charm. Now, I will mention 10 allures which is owned by this city.

1. Culinary
This is the best allure that owned by this city (I think). Depok is a city occupied by a multicultural society. So, almost any type of food you can find here. Particularly along the Margonda Street that there are so many coffee shops, cafes, and family restaurant. Starting from spicy to sweet food, from traditional to western food.

2. Location
Depok is located between two other cities, which is Jakarta and Bogor. Both cities are included in the city that "busy" every day, so that people who are in Depok is not too far away for work, go to school, or just a visit to Bogor or Jakarta because Depok located in the middle.
3. Accessibility
The government has plans to open two toll roads which divides Depok, make this city has the best and fastest access to the city of Jakarta. In addition, public transportation was alive for 24 hours by means of two train line and a varity of urban transportation.
4. Geographical
Depok city including flood-free area, with slopes ranging fom 40-140 m asl, there is Ciliwung river that divides the city and there are lakes scattered in various corners of the city, it makes Depok city safe from the danger from flooding, although the frequent occurrence of heavy rain accompanied by dangerous lightning.
5. Malls and Shopping Centers
Depok is reputed to be a city in which everything is exist. One that stands out from this city is the establishment of some malls and shopping centers. There are around 10 malls in Depok and 5 of them are in Margonda Street. Along this road, you can enter the mall to hunt various types of goods such as fashion items and gadgets, you can also watch movies, karaoke, and others with expenditure which is quite affordable.
6. Tourism
Not only malls and shopping centers are owned by this city for refreshing, Depok still has a few tourist sites which attracted much interest of visitors, both inside and outside the city of Depok. Examples of the famous tourist spots in this city are Depok Fantasy, Kubah Mas mosque, flower garden of Wiladatika, ecotourism of Dewa starfruit, etc.
7. Environment
Depok has a region that quite convenient, because Depok primarily used as a residential area with few industrial areas, so the quality of the environment in this city better than other cities.
8. Cyber City
Cyber City become one of the flagship programs in the area 2011-2016 in Depok. Cyber City can be interpreted as a city in which all citizens had "Internet Minded" and used to access the internet to meet the needs of the informations required and to your daily activities. Bit evidenced by the many wifi provided and the signal is not hard to find too here.
9. Education
In Depok, there are many educational institutions. The number of elementary to high school reached 100 schools. The university had reached more than 10 universities, including UI and Gunadarma. Educational institutions in this city has the advantages of each. Progress achieved educational success of Depok make some people mention Depok as "Kota Pelajar" or "Kota Pendidikan."
10. Business
Depok not only be a good residential city, this city also nice to be a place to do business. Evidenced by the many new and unique business almost every month.